Selasa, 19 April 2011

Steam Turbin

Steam turbine memiliki kegunaan salah satunya adalah untuk menggerakkan generator listrik sehingga menghasilkan Listrik yang bisa menerangin rumah-rumah kita.
Pada Prinsipnya Steam turbin berfungsi sebagai penggerak generator Listrik, Pompa, Kompresor dan sebaginya atau kerennya disebut prime mover. Fungsi utamanya sama dengan Motor yaitu menggerakan sesuatu. Yang membedakan antara Steam turbine dan motor adalah, sumber energi yang digunakan. Motor menggunakan Listrik,  sedangkan Steam turbine mengunakan energi yang tersimpan pada steam yang berupa tekanan dan panas, untuk menghasilkan energi gerak. Pemanfaatan energi ini dilakukan dengan mengurangi tekanan pada steam. Misalkan dari steam dengan Tekanan 42 kg/cm2.G pada temperatur 370 deg C menjadi 17 kg/cm2.G.
Pada dasarnya berdasarkan kondisi keluaran steam, steam turbin dapat dibagi menjadi dua tipe, (1) Turbin Condensing, turbin akan mengambil energi dari steam hingga steam tersebut siap mengembun pada tekanan atmosperik. Karena pada turbin tidak diperbolehkan adanya cairan maka keuaran turbin di desain untuk sedikit vakum atau dibawah atmosperik. (2) Turbin Back Pressure, Turbin ini akan menghasilkan tekanan exhaust lebih besar dari atmosperik.
Secara Fisik Turbin condensing memiliki ukuran yang besar dibandingkan dengan turbin backpressure untuk keluaran output yang sama besarnya. Turbin backpressure biasanya banyak menggunakan alat yang berputar pada kecepatan tinggi.
Perpaduan dari kedua tipe ini sering dinamakan extracting turbin atau induction turbin. Prinsip kerja dari sistem ini cukup berbeda. Extracting turbin akan mengeluarkan steam pada kondisi intermediet sehingga bisa digunakan kembali untuk peralatan lain, sehingga penggunaan turbin jenis ini adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dengan menghindari digunakannya reducing valve yang tidak efisien karena penggunaan valve berarti membuang energi tanpa menggunakannya terlebih dahulu. Sebaliknya dengan Induction turbin, Induction turbin ini akan menggunakan Steam yang berasal dari peralatan lain yang masih memiliki tekanan dan temperatur yang masih memadai. Steam akan masuk pada stage yang memiliki tekanan steam mendekati dengan steam yang akan masuk, kemudian akan di mixing di dalam turbin sehingga meningkatkan jumlah steam yang masuk kedalam turbin.
Induction turbin bisa menggunakan Condensing Turbine atau backpressure tergantung kondisi yang diinginkan.